Minggu, 09 Maret 2008

KELUARGA BERENCANA

PENGERTIAN & MASALAH

• Perubahan paradigma kebijakan kependudukan (hasil konferensi kependudukan & pembangunan sedunia, ICPD 1994 di Kairo)

• Dari konsep pengendalian populasi & penurunan fertilitas menjadi hak reproduksi

• Mengurangi pertumbuhan penduduk & menciptakan keluarga kecil bahagia melalui berbagai pilihan.

Arti berbagai pilihan

• Akses t’hadap pelayanan kesehatan reproduksi, informasi & pelayanan KB

• Pelayanan tersedia & kualitas pelayanan memenuhi keperluan kesehatan reproduksi

• Pendidikan perempuan & anak perempuan tentang kespro

• Pemberdayaan, keadilan dan kesetaraan bagi pria & wanita

Keluarga Berencana (KB)

: Kb mengatur waktu tepat kehamilan yg diinginkan akan lebih menjamin keselamatan ibu dan bayi.

Masalah KB

• Alat dan metode KB tidak ada yg 100 % menjamin keberhasilan

• Daya beli alat KB terbatas sejak krisis ekonomi 1997

• Keikutsertaan pria untuk ber KB rendah

• Masukan informasi mengenai KB masih kurang

Akibat dari permasalahan KB yaitu kehamilan yg tidak diinginkan yg dapat mengarah pada tindakan aborsi

KB Paradigma lama

• Mengejar target penurunan angka kesuburan

• Sebagian besar akseptor KB adl perempuan

• Sasaran KB terfokus pd perempuan umur produktif & kawin, sedangkan kelompok lain (remaja, lajang, menopause) terabaikan.

• Partisipasi pria kurang diperhatikan

• Kualitas pelayanan terabaikan

KB Paradigma Baru

• Menekankan pentingnya upaya menghormati hak-hak reproduksi

• Meningkatkan kualitas keluarga

Kebijakan pemerintah mengacu pd ICPD 1994

• Aborsi bukan suatu metode KB

• Meningkatkan pelayanan KB utk me ¯ kejadian aborsi tdk aman

• Pemerintah & LSM hrs lebih memperhatikan kesehatan perempuan

• Perempuan dg kehamilan yg tdk diinginkan harus mendapat informasi & konseling yg baik

• Jika aborsi tdk melawan hukum, maka penanganan harus aman. Komplikasi harus dilayani & KB harus segera diberikan utk mencegah aborsi ulang.

Implementasi program KB

• Pencegahan kehamilan diprioritaskan

• Perubahan peraturan tindakan aborsi dlm sistem kesehatan ditentukan sesuai dg UU Nasional.

• Pelayanan manajemen komplikasi aborsi berkualitas harus tersedia dan terjangkau

• Konseling paska aborsi harus menawarkan pelayanan KB untuk menghindarkan aborsi ulang

Strategi pelayanan program KB

• Meningkatkan cakupan pelayanan KB dg prioritas sasaran unmet-need dan PUS dg kondisi “4terlalu”

• Melaksanakan sistem kafetaria

• Memperkenalkan kontrasepsi darurat pd pasangan yg membutuhkan

• Membahas masalah aborsi

• Menyiapkan Asuhan Pasca Keguguran (APK)

• Mengatasi terjadinya kehamilan remaja

Kegiatan KB di tiap tingkat pelayanan

Desa

Puskesmas

Rujukan primer

Konseling KB

Konseling KB

Konseling KB

Pelayanan KB, kecuali implan & metode operatif

Pelayanan KB, sesuai kemampuan

Pelayanan semua jenis metode KB

Pertolongan pertama efek samping KB

Pertolongan pertama komplikasi & kegagalan KB dan penangananefek samping KB

Pertolongan pertama komplikasi & kegagalan KB dan penanganan efek samping KB

Rujukan pelayanan KB

Rujukan pelayanan KB

Penanganan kasus rujukan pelayanan KB

Pembinaan pelayanan di tingkat desa

Pembinaan pelayanan di tingkat Puskesmas

Tidak ada komentar: